Pathologic 2: Simulasi Kegagalan dan Bertahan Hidup dalam Kota yang Sakit

0 0
Read Time:5 Minute, 39 Second

Pathologic 2: Simulasi Kegagalan dan Bertahan Hidup dalam Kota yang Sakit

Kebanyakan game memberi kita peran sebagai pahlawan. Kita menyelamatkan dunia, menyembuhkan luka, dan memecahkan misteri besar—seringkali dengan kemenangan yang terasa manis. Tapi Pathologic 2 bukanlah game seperti itu. Di game ini, kamu bukan penyelamat. Kamu adalah seseorang yang datang terlambat, dengan sumber daya terbatas, dikelilingi oleh kepanikan, kematian, dan penyakit yang tak kenal ampun.

Inilah game yang tidak ingin kamu menangkan, tapi ingin kamu pahami. Game yang tidak mengajari kamu cara menang, tapi mengajarkan bagaimana rasanya gagal. Dalam 12 hari yang menghancurkan secara emosional, Pathologic 2 menguji lebih dari sekadar kemampuan bermain. Ia menguji ketahanan mentalmu.


Sebuah Kota yang Menderita

Game ini dimulai ketika kamu, Artemy Burakh, seorang dokter muda, kembali ke kota kelahiranmu setelah menerima surat mendesak dari ayahmu. Tapi ketika kamu tiba, ayahmu sudah mati, dan kamu langsung dituduh sebagai pembunuh.

Apa yang menyambutmu bukan hanya kematian pribadi, tapi epidemi yang sedang tumbuh—menyebar cepat dan mematikan. Kota yang dahulu kamu kenal telah berubah menjadi medan perang antara logika, keyakinan, dan kelangsungan hidup.

Semua orang kelaparan. Semua orang curiga. Dan semua orang punya rahasia.


Narasi: Kamu Tidak Bisa Menyelamatkan Semua Orang

Pathologic 2 adalah game naratif, tapi bukan dalam arti konvensional. Ia tidak membawa kita melalui jalan cerita yang lurus. Sebaliknya, narasinya bercabang dan membentuk dirinya berdasarkan interaksi, keputusan, dan bahkan kegagalanmu.

Setiap NPC memiliki rutinitas, hubungan, dan bahkan kemungkinan untuk mati. Jika kamu gagal membantu seseorang, tidak ada tombol “ulang”. Mereka mati. Dan hidup terus berjalan. Kematian itu permanen.

Di sinilah keputusasaan muncul. Kamu tahu bahwa banyak orang tidak akan bisa kamu selamatkan. Kamu tahu bahwa keputusanmu akan merugikan orang lain. Tapi kamu tetap harus memilih.


Gameplay: Bertahan Hidup Adalah Tugas Berat

Pada dasarnya, Pathologic 2 adalah game survival. Kamu harus makan, tidur, menjaga kesehatan, dan menghindari penyakit. Tapi tidak seperti game survival lainnya, game ini menempatkan tekanan moral pada setiap tindakanmu.

Harga makanan naik setiap hari. Obat-obatan langka. Mayat bergelimpangan di jalan. Pemerintah mengirimkan bantuan seadanya. Kadang kamu harus memilih: memberi antibiotik ke anak-anak yang sakit, atau menyimpannya untuk dirimu sendiri?

Kamu bisa mencuri. Bisa membunuh. Tapi tiap tindakan buruk akan menurunkan reputasimu di mata warga. Jika terlalu rendah, kamu bisa diusir atau bahkan diburu.

Sama seperti dunia nyata, tidak ada pilihan yang benar. Hanya ada pilihan yang kurang buruk.


Struktur Waktu: Setiap Jam Berarti

Pathologic 2 menggunakan sistem waktu real-time. Satu hari dalam game setara dengan beberapa jam nyata. Waktu tidak bisa dihentikan. Tidak bisa diulang. Dan setiap karakter punya rutinitas harian yang bisa kamu ganggu atau abaikan.

Kalau kamu terlambat menemui seseorang, mungkin mereka sudah mati. Kalau kamu fokus ke satu daerah, daerah lain bisa jatuh ke penyakit. Ini adalah game di mana rasa bersalah bukan karena kamu salah bermain, tapi karena kamu tidak bisa membantu semua orang.


Dunia yang Bernapas (dan Sekarat)

Kota di Pathologic 2 terasa hidup. Tapi hidup dengan cara yang aneh dan menyakitkan. Arsitektur brutalistik bercampur dengan elemen arketipe dan budaya fiksi. Ada distrik industri yang padat, rumah tradisional, dan struktur misterius seperti “Polyhedron” yang tidak bisa dijelaskan secara logis.

Kota ini punya budaya sendiri. Warga percaya pada legenda, ritual, dan mitos lokal. Mereka takut pada “Pasien Aneh”, percaya pada pemburu daging, dan bicara dengan bahasa yang kerap simbolik. Kamu bukan hanya dokter di sini—kamu adalah orang luar yang mencoba memahami dunia yang sudah punya hukum main sendiri.


Filsafat yang Disuntikkan ke Dalam Game

Salah satu kekuatan terbesar Pathologic 2 adalah betapa filosofisnya game ini. Ia mengangkat tema besar seperti:

  • Keterbatasan manusia dalam menghadapi kehancuran
  • Nilai nyawa dalam situasi ekstrem
  • Peran narasi dalam membentuk realitas
  • Pertentangan antara ilmu pengetahuan dan kepercayaan lokal

Game ini seringkali membuatmu frustrasi. Tapi frustrasi itu disengaja. Ia tidak ingin kamu nyaman. Ia ingin kamu merasa kecil dan tidak mampu. Dan dari ketidaknyamanan itu, muncul pemahaman.


Perbandingan dengan Game Lain

Kalau kamu suka Dark Souls karena tantangannya, Disco Elysium karena narasinya, dan This War of Mine karena atmosfernya, maka Pathologic 2 adalah kombinasi dari semuanya—tapi lebih lambat, lebih berat, dan lebih menghantui.

Ia bukan game yang kamu “mainkan” untuk bersenang-senang. Tapi ia adalah game yang akan tinggal di kepalamu lama setelah kamu selesai.


Keunikan Visual dan Audio

Secara grafis, Pathologic 2 tidak luar biasa realistis, tapi artistik. Warna-warna suram, kabut yang terus turun, dan cahaya lampu minyak menciptakan suasana yang depresif tapi indah. Desain karakternya pun aneh dan mengganggu, mendekati mimpi buruk.

Audio-nya pantas mendapat pujian tersendiri. Musik yang mencekam, suara warga yang berbisik dalam bahasa setengah tidak dikenal, dan bunyi napas pendek saat kamu sakit—semua bersatu menciptakan pengalaman yang sangat imersif.


Koneksi Tak Terduga: Dari Epidemi ke Psikologi Modern

Game ini tidak hanya tentang penyakit fisik. Ia juga tentang penyakit sosial. Tentang bagaimana kepanikan membuat manusia jadi egois, paranoid, dan brutal. Ini mencerminkan banyak realitas modern—termasuk bagaimana masyarakat kita merespons krisis.

Menariknya, ini bisa dikaitkan dengan cara kerja sistem peluang seperti di dunia Togelin, di mana keputusan dan peruntungan menentukan hasil akhir. Seperti Togelin, Pathologic 2 memaksamu menimbang risiko dan konsekuensi dari tiap tindakan.

Begitu juga dalam dinamika situs slot88, di mana tekanan waktu, peluang, dan keputusan cepat adalah bagian dari pengalaman. Dalam game ini, setiap hari bisa jadi jackpot atau bencana. Dan kamu tidak pernah tahu pasti apa yang akan terjadi esok.


Reaksi Komunitas dan Review

Pathologic 2 mendapat pujian dari penggemar horor dan game naratif, tapi juga kritik dari pemain yang menginginkan gameplay lebih ramah. Untuk menjawab itu, pengembang akhirnya menambahkan sistem kesulitan dinamis. Pemain sekarang bisa mengatur seberapa kejam dunia game ini.

Namun, sebagian besar penggemar percaya bahwa kesulitan itu justru inti dari pengalaman. Tanpa rasa lelah dan frustrasi, pesan game ini akan hilang.


Kiat Bermain bagi Pemula

  1. Prioritaskan makanan di awal – Lapar akan cepat membunuhmu.
  2. Jangan berusaha menyelamatkan semua orang – Pilih siapa yang penting.
  3. Pelajari kota – Lokasi toko, rumah penting, dan rute cepat bisa menghemat waktu.
  4. Jangan buang-buang waktu ngobrol kosong – Waktu adalah mata uang paling mahal.
  5. Gunakan sistem barter – Uang bukan segalanya; kadang roti lebih berharga dari koin.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Game Ini?

Banyak. Tapi yang paling mencolok adalah ini:

  • Tidak semua masalah bisa diselesaikan.
  • Tidak semua nyawa bisa diselamatkan.
  • Dan tidak semua permainan harus dimenangkan.

Kita hanya bisa mencoba. Dan kadang, mencoba itu cukup.


Kesimpulan: Game yang Menyakiti, Tapi Bermakna

Pathologic 2 bukan game untuk semua orang. Tapi bagi mereka yang cukup sabar dan kuat mental, ini adalah salah satu pengalaman paling mendalam, mengganggu, dan bermakna yang pernah ditawarkan video game.

Ia bukan simulasi kemenangan, tapi simulasi kegagalan yang sangat manusiawi.

Dan di tengah-tengah dunia yang makin tidak pasti—dunia di mana kita sering merasa kalah bahkan sebelum mulai—game ini menjadi cermin. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mengingatkan bahwa kegagalan pun punya nilai.

Bagi Juga : Menggali Teror dalam Dread X Collection 5

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related Posts

Alur Cerita Tales of the Abyss Dari Pemula hingga Ending

Alur Cerita Tales of the Abyss Dari Pemula hingga Ending   Di antara banyak JRPG yang pernah dirilis, Tales of the Abyss hanya sedikit yang meninggalkan kesan emosional sekaligus filosofis…

Menjelajahi Teror Luar Angkasa: Review Mendalam Game “Kontrak Sketchy”

Menjelajahi Teror Luar Angkasa: Review Mendalam Game “Kontrak Sketchy” Di antara deretan game horor bertema kerja sama tim, “Sketchy’s Contract” muncul sebagai pendatang baru yang menyegarkan. Game ini mengajak pemain…

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%