Alur Cerita Tales of the Abyss Dari Pemula hingga Ending

0 0
Read Time:5 Minute, 36 Second

Alur Cerita Tales of the Abyss Dari Pemula hingga Ending

  Di antara banyak JRPG yang pernah dirilis, Tales of the Abyss hanya sedikit yang meninggalkan kesan emosional sekaligus filosofis mendalam. Salah satunya adalah Tales of the Abyss, game buatan Bandai Namco yang rilis untuk PlayStation 2 dan kemudian dibawa ke Nintendo 3DS. Game ini dikenal karena cerita yang berlapis, penuh kejutan, dan perkembangan karakter yang kompleks.

Artikel ini akan mengupas tuntas alur cerita dari awal permainan hingga akhir, termasuk transformasi karakter utama, konflik ideologis, dan bagaimana semua itu berpuncak pada pertanyaan tentang takdir dan identitas.


1. Dunia Auldrant dan Score yang Mengikat

Cerita dimulai di dunia fiktif bernama Auldrant, yang dikuasai oleh sistem ramalan bernama Score. Ramalan ini dipercaya telah menuliskan masa depan umat manusia secara absolut, dan menjadi panduan dalam kehidupan sosial, politik, hingga agama.

Partikel kehidupan bernama Fonons menjadi fondasi dari sihir, teknologi, dan bahkan ramalan itu sendiri. Fonon ke-7, elemen suara, diyakini memiliki kekuatan untuk meramalkan masa depan. Dari sinilah konflik besar dalam game berakar.


2. Luke fon Fabre: Protagonis yang Penuh Misteri

Pemain memulai petualangan sebagai Luke fon Fabre, seorang bangsawan muda yang terkurung di rumah karena trauma masa kecil. Dalam satu kejadian tak terduga, Luke terseret ke dalam konflik antara kerajaan Kimlasca, kekaisaran Malkuth, dan ordo keagamaan bernama Order of Lorelei.

Seiring cerita berjalan, Luke bertemu dengan Tear Grants, tentara dari Lorelei, serta karakter penting lain seperti Jade Curtiss, Guy Cecil, Natalia, dan Anise Tatlin. Mereka bersama menjalani perjalanan yang membuka rahasia besar dunia.

Namun, plot twist pertama yang mengejutkan adalah kenyataan bahwa Luke bukan manusia biasa. Ia adalah replika—klon dari seseorang bernama Asch, mantan pahlawan yang menghilang secara misterius. Pengungkapan ini mengguncang Luke dan menjadi inti dari konflik pribadi sepanjang cerita.


3. Kota Akzeriuth dan Titik Terendah Luke Tales of the Abyss

Salah satu kejadian penting dalam permainan adalah kehancuran kota Akzeriuth. Luke, yang saat itu masih penuh ego, dimanipulasi oleh musuh untuk secara tidak sengaja memusnahkan seluruh kota. Tragedi ini membuat rekan-rekannya kehilangan kepercayaan padanya dan menciptakan momen paling menyakitkan dalam perjalanan karakter.

Setelah kejadian itu, Luke mengalami transformasi. Ia menyadari betapa salahnya selama ini, memotong rambut sebagai simbol perubahan, dan mulai menjalani hidup dengan pilihan sendiri—tanpa bergantung pada Score atau orang lain.


4. Penentangan terhadap Score

Seiring cerita berkembang, Luke dan teman-temannya mulai menyadari bahwa Score bukan hanya alat ramalan, tapi juga sistem yang mengekang kehendak bebas manusia. Mereka memutuskan untuk melawan sistem ini, yang ternyata juga digunakan oleh organisasi jahat untuk mengendalikan dunia.

Musuh utama dalam cerita adalah Van Grants, kakak dari Tear. Van adalah pemimpin dari Six God-Generals, kelompok kuat yang ingin menghancurkan dunia lama dan membentuk dunia baru yang penuh replika, di mana takdir bisa diatur oleh tangan mereka sendiri.

Van sendiri punya motivasi kompleks. Ia tidak sepenuhnya jahat, tapi percaya bahwa dunia lama tidak bisa diperbaiki karena ketergantungannya pada Score. Ini membuat konflik antara Luke dan Van tidak hanya fisik, tapi juga ideologis.


5. Perjalanan Menuju Penebusan

Setelah melalui serangkaian konflik dan pertarungan dengan para God-Generals, Luke semakin matang. Ia berdamai dengan kenyataan bahwa dirinya bukan “asli”, namun itu tidak menghalangi niatnya untuk memperbaiki kesalahan masa lalu.

Ia berusaha menyelamatkan dunia bukan karena takdir, tapi karena pilihan. Ia tidak lagi ingin diakui, melainkan hanya ingin memberi arti pada keberadaannya. Karakter yang dulu menyebalkan kini berubah menjadi salah satu tokoh paling manusiawi dalam sejarah JRPG.


6. Kematian, Pengorbanan, dan Ending Ambigu

Mendekati akhir permainan, dunia menghadapi ancaman kehancuran karena ketidakseimbangan Fonons. Satu-satunya cara menyelamatkan Auldrant adalah dengan mengorbankan energi yang sangat besar—dan itu berarti kehidupan Luke sendiri.

Dalam pertarungan final melawan Van, Luke akhirnya berhasil mengalahkannya. Namun, tubuhnya mulai melemah akibat efek samping dari ketidakseimbangan fonik. Di momen terakhir, ia berkata pada teman-temannya untuk tetap menjalani hidup dan membebaskan dunia dari Score.

Ending-nya ambigu. Setelah beberapa waktu, seorang pemuda yang mirip Luke muncul di makam tempat ia dimakamkan. Tear, yang melihatnya, menangis. Namun tidak dijelaskan apakah itu benar-benar Luke, Asch, atau gabungan dari keduanya.


7. Karakter Lain yang Menentukan Alur Cerita

  • Tear Grants: Tokoh wanita utama yang perlahan membuka hatinya terhadap Luke. Ia memiliki kekuatan fonik tinggi dan menjadi jembatan antara militer dan spiritual.

  • Jade Curtiss: Jenderal cerdas dari Malkuth yang menyimpan masa lalu kelam karena terlibat dalam penciptaan replika. Karakternya dikenal karena sinisme dan kecerdasannya.

  • Natalia Luzu Kimlasca: Putri kerajaan yang memiliki tekad kuat dan rasa keadilan tinggi. Ia juga menghadapi konflik identitas karena asal-usulnya diragukan.

  • Guy Cecil: Teman masa kecil Luke yang menyimpan dendam terhadap keluarganya, tapi akhirnya belajar memaafkan.

  • Anise Tatlin: Gadis muda yang tampak ceria, namun menghadapi tekanan moral sebagai penjaga Fon Master.

  • Fon Master Ion: Pemimpin spiritual dunia yang berusaha menjaga perdamaian, namun akhirnya menjadi korban dari konflik besar.


8. Tema-Tema Besar yang Diangkat

Game Tales of the Abyss menyajikan banyak tema filosofis dan emosional yang membuat ceritanya berkesan:

  • Takdir vs Pilihan: Apakah hidup kita sudah ditentukan, ataukah kita bisa menciptakan masa depan sendiri?

  • Identitas dan Eksistensi: Apakah seseorang yang diciptakan buatan tetap memiliki nilai sebagai manusia?

  • Pengorbanan dan Penebusan: Bisakah kesalahan besar ditebus melalui tindakan baik di masa depan?

  • Persahabatan dan Kepercayaan: Bagaimana hubungan antar karakter diuji, dihancurkan, dan dibangun kembali?


9. Pengaruh Cerita terhadap Genre JRPG

Cerita dalam game Tales of the Abyss dianggap sebagai salah satu yang paling dalam dalam seri Tales. Tidak banyak JRPG yang berani menyajikan protagonis tidak disukai di awal, lalu berkembang menjadi pahlawan sejati. Ini menjadi contoh bagaimana pembangunan karakter dapat lebih penting daripada plot besar.

Selain itu, penggambaran dunia Auldrant yang dibangun dengan sistem logis (Fonons, Score, Fon Machines) memberi kedalaman naratif yang jarang ditemui di game sejenis.


10. Apa yang Bisa Dipelajari dari Alur Cerita Ini

Alur cerita yang dihadirkan bukan hanya hiburan, tapi juga cerminan kehidupan nyata. Banyak dari kita yang hidup dengan “Score” versi modern: ekspektasi orang lain, sistem sosial, atau norma yang mengikat.

Luke fon Fabre menjadi simbol bahwa seseorang bisa berubah. Bahwa identitas bukan ditentukan oleh kelahiran, melainkan oleh pilihan. Dan bahwa siapa pun, bahkan yang dianggap tidak orisinal sekalipun, bisa membuat perubahan besar.

Baca juga  : Menjelajahi Teror Luar Angkasa: Review Mendalam Game “Kontrak Sketchy”

Kesimpulan: Perjalanan Emosional dan Penuh Arti

Tales of the Abyss bukan hanya game petualangan biasa. Ini adalah kisah mendalam tentang kehancuran dan kebangkitan. Tentang menemukan makna dalam eksistensi. Tentang bagaimana seseorang bisa keluar dari bayang-bayang takdir dan menciptakan jalannya sendiri.

Jika anda suka bermain game online bisa bermain di dultogel platform togel online terbaik.

Alur cerita yang kompleks, penuh konflik batin, pertarungan besar, dan ending emosional menjadikan game ini sebagai salah satu cerita terbaik yang pernah ada di dunia JRPG.

Bagi mereka yang mencari kisah yang tak hanya menghibur tapi juga menggugah hati dan pikiran, game ini layak untuk dijelajahi hingga titik terakhir.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related Posts

Menjelajahi Teror Luar Angkasa: Review Mendalam Game “Kontrak Sketchy”

Menjelajahi Teror Luar Angkasa: Review Mendalam Game “Kontrak Sketchy” Di antara deretan game horor bertema kerja sama tim, “Sketchy’s Contract” muncul sebagai pendatang baru yang menyegarkan. Game ini mengajak pemain…

Bertahan dari Dunia yang Runtuh: Panduan Lengkap Game Zombie Survival State of Decay

Bertahan dari Dunia yang Runtuh: Panduan Lengkap Game Zombie Survival State of Decay Di tengah tren game zombie yang menjamur, hanya sedikit judul yang mampu menyuguhkan pengalaman realistis tentang bagaimana…

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%